• Support 082229037202 (Indra)
  • Mohon hubungi kami di jam kerja
  • Email mitrajayapenetas2018@gmail.com

Pemilihan Telur Tetas yang Berkualitas

Artikel - Tanggal: 06 Agustus 2020 - Oleh: Dony Mitra jaya

Pemilihan Telur Tetas yang Berkualitas

Pemilihan telur yang baik merupakan salah satu langkah yang harus anda lakukan sebelum memulai menetaskan telur dengan mesin penetas telur.  Telur tetas yang nantinya akan di tetaskan harus mempunyai kriteria telur yang baik dari segi bentuk maupun genetic dan juga fisiologis. 

Jadi untuk memilih telur yang akan di tetaskan pastikan lebih dahulu berasal dari induk yang telah dikawin pejantan serta dengan nutrisi yang cukup gizinya, dipastikan mendapatkan peternakan yang terpecaya, dan umur induknya tidak boleh < 12 bulan.

Penetasan telur ayam merupakan hal yang diharapkan untuk berhasil oleh para peternak ayam. Namun, sebelum Anda memutuskan untuk menetaskan telur ayam petelur, ada beberapa ciri telur ayam terbaik untuk ditetaskan yang perlu dipahami terlebih dahulu. Apa saja ciri-ciri telur ayam yang baik untuk ditetaskan?

Ciri-ciri telur yang baik

1.      Telur harus memiliki bobot yang normal (40-45gram/butir)

Pastikan sebelum melakukan proses penetasan telur ayam perlu diketahui berat ideal telur. Berat normal bagi telur ayam petelur sekitar 40-45 gram setiap butirnya. Jika berat telur kurang dari itu, maka dikhawatirkan proses penetasan telur akan gagal. Oleh sebab itu, disarankan unutk menimbang terlebih dahulu telur ayam yang akan ditetaskan.

2.      Memiliki index telur yang normal dengan rasio antara sisi yang tinggi dan lebar (3:4)

Bentuk telur tidaklah bulat melainkan oval. Bentuk telur yang normal mempunyai perbandingan antara panjang dan lebar 3:4. Bentuk telur oval ini merupakan jenis yang ideal. Sebab, telur yang mendekati bentuk bola adalah telur yang tidak memiliki kualitas yang bagus karena sedikitnya ruang udara yang ada.

3.      Telur dalam kondisi bersih, bebas dari kotoran

Kulit yang hendak ditetaskan hendaklah terbebas dari kotoran. Kotoran ini dikhawatirkan bisa mentransfer bakteri karena bisa menghambat perkembangan embrio atau juga dapat menggagalkan proses penetasan telur.

4.      Dengan cara di candler (terlihat rongga udara dibagian tumpul)

Telur yang subur dan bagus memiliki ciri-ciri seperti terdapat jaringan pembuluh darah yang tersebar, terlihat mata embrio yang merupakan titik tergelap, serta ada kemungkinan embrio terlihat bergerak.

5.      Umur penyimpanan telur yang diperbolehkan max 1 minggu

Lama penyimpanan telur tidak boleh melebihi 7 hari, karena akan berpengaruh secara langsung terhadap kualitas embrionya. Idealnya, lama penyimpanan adalah 1-2 hari sebelum melakukan penetasan.

6.      Tidak boleh ada retak/bintik di cangkang telur

Tidak boleh ada kecacatan atau kelainan pada telur tetas yang akan melalui proses penetasan telur. Kelainan dapat berupa retak pada permukaan atau cangkang yang lembek atau bagian kuning telur dobel.

7.      Telur tidak memiliki aroma busuk

 

NB: Cara meletakkan telur sebaiknya rongga udara harus diletakkan di bagian atas


info selengkapnya https://youtu.be/W7EiTwIll2E