• Support 082229037202 (Indra)
  • Mohon hubungi kami di jam kerja
  • Email mitrajayapenetas2018@gmail.com

Tips Sukses Penetasan

Artikel - Tanggal: 06 Agustus 2020 - Oleh: Dony Mitra jaya

Tips Sukses Penetasan

Semua makhluk hidup pasti bernapas, baik itu menggunakan paru-paru, insang, lapisan kulit, atau pundi-pundi udara, contohnya anak ayam. Sebelum menetas, anak ayam terkurung di dalam cangkang. Bagaimana cara anak ayam bernafas saat berada di dalam cangkang?

Pada prinsipnya semua jenis telur memiliki struktur yang sama yang terdiri dari enam bagian yaitu: kulit luar , selaput kerabang, putih telur, kuning telur, tali kuning telur dan sel benih. Kulit luar selain berfungsi sebagai pelindung embrio dari gangguan luar juga memiliki fungsi lain. Kulit ini sebenarnya memiliki pori-pori sangat kecil sebagai media lalu lintas gas oksigen dan karbon dioksida selama proses penetasan. Oksigen dibutuhkan dikarenakan didalam telur terdapat kehidupan yang dinamakna embrio dan sangat dibutuhkan di dalam proses penetasan.

Oksigen juga mempengaruhi kematangan organ-organ didalam telur. Oksigen yang bagus adalah 21-22%. Kemudian kapan oksigen itu sangat dibutuhkan? dari awal penetasan sampai akhir penetasan. Ketika awal penetasan embrio belum melakukan metabolisme dengan baik, telur belum bisa mengeluarkan panasnya sendiri sehingga didalam mesin dibutuhkan suhu yg jauh lebih stabil oleh karenanya ventailasi diatas harus ditutup agar tidak mudah drop. Seteleh 7 hari, embrio sudah mulai hidup dan stabil didalam mesin . Embrio sudah mulai melakukan pernafasan mengeluarkan CO2 dan harus dibuang. Kadar oksigen yang dibutuhkan didalam mesin tetas, terlebih dahulu di tes menggunakan oxsigen detector.


Cek disini https://youtu.be/5TvZsE00m2g